Di bulan April ini saya pergi ke Klenteng sam Poo Kong bersama teman-teman redaksi ZENITH & MAGESTY (baca : Majalah & Buletin sebuah Organisasi yang disebut CSS MoRA IAIN Walisongo) dalam rangka pelepasan & pelantikan Redaksi Majalah tersebut. Seusai acara pokok, kami sebagai anak muda tentu tak ingin melewatkan kesempatan untuk sekadar mengambil beberapa potret untuk menjadi kenangan di masa tua. (Huph.. hihihi,, jadi geli dengarnya,, :P). Berhubung pula inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di klenteng sam Poo Kong, padahal saya sudah hampir selama 2 tahun tinggal di semarang. Sungguh Ironis. ( hehehe... ^__^ ). Jadi, saya benar-benar tak melepaskan momen ini begitu saja. Berburu Foto.. ^__^
Selasa, 24 April 2012
Senin, 09 April 2012
Posts by : Admin
The Fading of Indonesian Culture
Now, Indonesia faces many problems, one of which is local culture getting faded.
There are 2 influential factors. The external factors are globalization and technology development giving negative effect on Indonesian culture, and electronic media changing Indonesian;s mind.
The Internal factors are Indonesian's low mind making them to easily follow it without filter, lack of Indonesian society's concern about Indonesian culture, so that they don't intent to converse It, lack of governmental attention to those cultural problems and palace's bad condition making the artist lost their work field.
Accordingly, Indonesian culture would be displaced by global culture, even disappeared at all.
okay,, this is my first Outline..
many thanks... d^^b
Langganan:
Komentar (Atom)






